Optimisme Tegaknya Khilafah

Pada tanggal 24 Aug 2016, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dalam situs web nya mempublikasikan artikel berjudul “Optimis, Khilafah Kembali”. Penulis artikel itu ingin menggambarkan bahwa umat Islam haruslah optimis, karena khilafah Islam akan datang.

Khilafah Islam ini akan membawa kejayaan Islam kembali pada masanya. Tanpa khilafah, umat Islam terpecah belah. Tidak ada satu kepemimpinan yang mengarahkan Islam menuju kemenangan. Dan inilah yang diinanti-nantikan oleh HTI, atau bahkan oleh seluruh umat Islam di dunia. Disetiap Negara, HTI selalu berusaha menegakan Khilafah. Mereka dengan giat menyebarkan pandangan bahwa sistem pemerintahan apapun yang adalah penyebab berbagai masalah yang dihadapi negaranya, termasuk demokrasi.  Dengan tegas, mereka menolak sistem demokrasi (https://hizbut-tahrir.or.id/2016/07/27/inilah-dua-alasan-hizbut-tahrir-tidak-menggunakan-jalan-demokrasi/), menyebut bahwa sistem demokrasi adalah sistem, dan memberikan solusi terbaik yakni sistem Khilafah. (https://hizbut-tahrir.or.id/2014/08/29/inilah-alasan-demokrasi-disebut-sistem-kufur/)

Mengenai sistem mana yang tepat bukanlah bahasan saya menulis artikel ini. Saya justru ingin mendukung optimisme HTI atas pendirian khalifah. Mengapa harus optimis? Ada empat alasan yang dikemukakan oleh sang penulis. Alasan pertama karena mengangkat khilafah adalah suatu kewajiban umat Muslim. Berikut kutipan penulis:

Kita yakin, menegakkan Khilafah adalah kewajiban dari Allah SWT, yang diperintahkan kepada kaum Mukmin. Khilafah juga merupakan hal yang penting di tengah-tengah umat untuk menerapkan seluruh syariah Islam, menyatukan umat Islam serta melindungi harta, nyawa dan kehormatan kaum Muslim. Kewajiban ini telah ditegaskan dengan sejelas-jelasnya oleh para ulama. Imam Nawawi (w. 676 H) berkata, “Mereka (para Sahabat) telah sepakat bahwa wajib atas kaum Muslim mengangkat seorang khalifah.” (An-Nawawi, Syarh Shahih Muslim).

Yap, kewajiban atas para sahabat Rasulullah SAW untuk meneruskan perjuangan beliau dalam menyebarkan Islam. Karena itu, Hazrat Abu Bakar ra. diangkat menjadi pemimpin Islam.

Alasan kedua menurut penulis:

Tegaknya kembali Khilafah adalah kabar gembira dari Rasulullah saw. setelah era pemerintahan diktator (HR Ahmad dan ath-Thayalisi).

Nah, ini adalah salah satu nubuwatan Rasulullah SAW setelah kepemimpinan Islam. Namun, penulis tidak mengurai secara mendalam mengenai hadist ini. Singkatnya, Rasulullah menjelaskan bahwa kepemimpinan Islam yang pertama akan dipimpin oleh beliau, kemudian berlanjut ke masa Khulafa ar-Rasyidin. Setelah masa ini selesai, datanglah masa raja yang zalim dengan pemerintahan yang diktator. Selanjutnya, akan berdiri Khalifah yang berjalan diatas kenabian.

Alasan-alasan ketiga dan keempat hanyalah opini penulis yang kesimpulannya adalah hampir sebagian besar umat Muslim menginginkan tegaknya Khilafah dan turunnya sistem “kufur” demokrasi. Ini pemikiran yang bahaya, karena artinya HTI akan berusaha menggulingkan pemerintah setempat untuk menegakan kembali Khilafa. Kalau seperti ini, khalifah adalah suatu ancaman Negara, Naudzubillah. Bagaimana seorang Khalifa Islam dapat diterima di Negara manapun kalau beranggapan seperti ini?. Bahkan Allah SWT sendiri memerintahkan kepada kita untuk taat pada pemerintahan yang berlaku, tidak memandang agamanya. Jadi, tidak mungkin bagi seorang khalifah untuk menggulingkan pemerintahan Negara setempatnya. Tidak mungkin HTI akan menegakan khilafah di muka bumi kalau caranya seperti ini.

Lantas, apakah kita harus berputus asa? Tentu tidak, karena khilafah yang benar sudah datang!

Khalifah Islam Ahmadiyah, Bukti Penggenapan Janji Allah Taa’la.

Nah, disini saya ingin memberikan kabar suka kepada penulis. Khilafah memang pasti tegak kembali. Sesuai dengan nubuwatan Rasulullah SAW mengenai Khilafah yang berdiri dibawah kenabian.  Pangkat kenabian itu diberikan oleh Allah SWT kepada pribadi Mirza Ghulam Ahmad . Setelah beliau wafat, kepemimpinan beliau diteruskan oleh seorang Khalifa. Maka genaplah nubuwatan mengenai Khilafat yang berjalan diatas kenabian.

Mirza Ghulam Ahmad adalah sosok Imam Mahdi dan Nabi Isa yang kedatangannya dijanjikan oleh Rasulullah SAW. Allah SWT mengutus beliau ke bumi untuk membangkitkan kembali Islam yang keadaan rohani para pengikutnya sudah terpecah menjadi 73 golongan menjadi satu jemaat/golongan yang mengikuti Al Quran dan Sunnah yang bernama Jemaat Islam Ahmadiyah. Semua yang ingin masuk kedalam Jemaat Islam Ahmadiyah harus berbaiat di tangan beliau. Setelah Mirza Ghulam Ahmad wafat, kepemimpinan beliau dilanjutkan oleh para Khalifa. Allah SWT terus menjaga sistem Khilafa yang memimpin Jemaat Islam Ahmadiyah sejak 108 tahun yang lalu. Sekarang, Khalifa yang memimpin ialah Khalifa yang ke 5 yakni Mirza Masroor Ahmad.

Selesai sudah saya menyampaikan kabar suka ini kepada seluruh umat Muslim di dunia. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, pembaca dapat mendatangi mesjid-mesjid yang didirikan oleh Jemaah Ahmadiyah yang tersebar di 209 negara. Alhamdulillah saya sudah berbaiat kepada Khalifah Islam, kalau kamu? Mudah-mudahan Allah Ta’ala memberikan karuniaNya kepada kita semua agar kita dapat menerima Khalifah Islam ini. Aamiin.

Penulis:Fariz Abdussalam

Advertisements