Kuburan Yesus

Siap siap iman terguncang. Bagi umat Muslim, Karena tulisan meyakinkan bahwa yang disalib adalah benar-benar Yesus. Bagi umat Kristiani, Karena tulisan ini (mencoba) meyakinkan bahwa sang Juru Selamat adalah manusia, bukan Tuhan. Kedua umat mungkin sedikit shock dan bertanya-tanya, kenapa penulis ini sotoy sekali?

Semua berawal dari tuduhan Kaesar Romawi bahwa Yesus ingin memberontak dan menjadi Raja (Yohanes 19:12). Atas kejahatannya, Yesus dijatuhi hukuman salib oleh umat Yahudi. Mereka ingin membuat Yesus mati terkutuk.  Sebagaimana ajaran Taurat bahwa siapapun yang mati di kayu salib maka terkutuklah kematiannya. Tapi disaat pengadilan, istri Pilatus merasa tidak nyaman melihat Yesus diadili. Ia yakin Yesus adalah orang yang suci dan tidak berdosa (Matius 27:19).

‘Pilatus adalah seorang berhati baik. Mendengar cerita istrinya, ia yakin bahwa Yesus tidak bersalah. Tetapi ia juga takut Caesar. Karena itu Pilatus merencanakan agar Yesus disalib ketika hari Sabath. Dalam kepercayaan Yahudi, adalah hal tabu apabila penjahat disalib ketika hari Sabath atau malam sebelumnya.

Hukuman sudah dijatuhkan. Yesus tetap akan disalib, bersama dua penjahat lainnya. Yesus terus berdoa sambil merintih dan bersujud. Yesus berdoa kepada Tuhan agar beliau diselamatkan dari kematian di atas salib. Karena Yesus beragama Yahudi(gotquestions.org), dan beliau tahu bahwa mati di kayu salib berarti mati terkutuk. Terkutuk artinya sahabat setan dan musuh Tuhan. Sedangkan Yesus adalah pribadi yang taat kepada Tuhan.

Alhamdulillah, pasti Tuhan akan mendengar orang-orang suci yang berdoa kepadaNya. Tuhan sudah memberikan kabar suka sebelumnya pada Yesus, bahwa Beliau akan diselematkan layaknya Nabi Yunus as yang selamat dari perut ikan paus(Matius 12:40).

Esoknya, Yesus ditangkap dan dibawa oleh tantara untuk disalibkan. Ini semakin membuat Yesus sedih. Padahal Yesus sudah berdoa semalam suntuk, seakan-akan doanya sia-sia. Yesus merintih. “Elie, elie, lama sabachthani” atau “Ya Tuhanku, mengapa Engkau tinggalkan daku (Matius 27:46). Yesus yakin, dirinya akan mati terkutuk di tiang salib.

Yesus pun disalib, merintih kesakitan, dan dua jam kemudian pingsan.  Tiba-tiba enam jam setelah disalib malam itu datang badai pasir besar (Markus 15:33). Orang-orang Yahudi ketakutan. Mereka pikir inilah azab dari Tuhan Karena melanggar hal yang tabu, yakni menyalib saat hari Sabath. Karena itu mereka buru-buru pergi ke tempat salib dan menurunkan Yesus dan dua penjahat lainnya.

Menurut tradisi, sebelum menurunkan dari salib mereka harus memastikan kematian dahulu. Karena itu tantara yang bertugas menurunkan Yesus mematahkan kaki ke dua penjahat dahulu. Sampai giliran Yesus, mereka melihat Yesus seolah-olah wafat, karena itu tantara tidak mematahkan kakinya. Namun mereka tetap menusukan tombak ke perut Yesus. Keluarlah darah dan air mengucur. Tanda bahwa Yesus masih hidup (Yohanes 19:31-34). Yesus keliatan mati, padahal beliau hanyalah koma.

Pilatus pun ragu, apakah Yesus bisa wafat hanya dalam waktu yang yang sebentar di salib. Karena itu ia mengutus Santo Yusuf. Santo Yusuf adalah murid sejati Yesus. Dia meyakinkan kepada tentara bahwa Yesus sudah wafat. Joseph menurunkan tubuh Yesus dari salib. Kemudian memperlihatkannya kepada Pilatus (Markus 15:42-44).

Terdapat tradisi bahwa setelah diturunkan dari salib, para jenazah harus dibuatkan semacam kuburan. Begitu juga Yesus. Pilatus menyuruh Santo Yusuf untuk menguburkan Yesus. Kuburannya hanyalah semacam ruangan yang ditutup dengan batu besar. Setelah tiga hari Yesus koma dalam kuburan, murid-muridnya datang membawa semacam salep untuk mengobati luka-lukanya. Tergenapilah janji Tuhan bahwa Yesus akan selamat dari kuburan sebagaimana Nabi Yunus as selamat dari perut ikan paus (Matius 12:40).

Setelah “bangkit dari kematian”, Yesus kemudian pergi menuju Galilea (Matius 26:32). Yang pertama kali menyaksikan kebangkitannya ialah Maria Magdalena. Ia langsung percaya bahwa Yesus masih hidup dan segera memberitahu murid-muridnya yang lain.  Dari sana Yesus bertemu dengan sebelas muridnya yang sedang makan-makan. Mereka kaget, melihat Gurunya tiba-tiba datang. Apakah ini hanyalah ilusi, ataukah memang ini adalah roh Yesus? “Inilah aku. Sentuhlah badan dan tulangku. Tidak mungkin roh memiliki ini”. Kemudian Yesus ikut makan bersama murid-muridnya (Markus 16:9-14 dan Lukas 24:36-43).

Misi Yahudi untuk membunuh Yesus telah gagal!. Memang tidak mungkin berhasil, Karena tidak mungkin seorang yang mati terkutuk seperti setan bisa masuk ke surga. Jika bukan ke Surga maka kemana Yesus pergi setelah selamat dari penyaliban? Tentu saja beliau pergi mengindar dari tantara Romawi dan melanjutkan perjalanannya mencari domba-domba Israel yang tersesat. Perjalanan beliau berakhir sampai di India, dimana Yesus dikuburkan dengan tenang disana dengan nama Yus Asaf. Yesus wafat dengan damai sebagai manusia biasa.

Sekarang, darimana kesotoyan penulis ini berasal? Penulis mendapatkan ilmu dari buku berjudul Yesus di India. Buku ini menjelaskan secara lebih detail mengenai kisah selamatnya Yesus dari penyaliban dan pergi mengemban misinya sampai ke India. Buku ini ditulis oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, pendiri Islam Ahmadiyah pada 1908.

Mungkin teman-teman Muslim akan berkilah bahwa penulis hanya menggunakan Alkitab, sehingga kebenerannya diragukan. Oleh Karena itu lain kali saya akan membuat artikel yang sejenis dengan Al Quran dan Hadist sebagai referensinya. Tentu saja ini semua sudah diulas secara lengkap oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad di dalam bukunya.

Sumber gambar: https://scroll.in/article/825099/this-christmas-was-just-another-indifferent-day-for-jesus-tomb-in-srinagar

Advertisements